Mengatasi Kesepian Saat Kuliah di Luar Negeri

Mengatasi Kesepian Saat Sendiri Kuliah di Luar Negeri
Photo by 佳叶 范

Apa yang terlintas dalam benak Anda saat harus jauh dari keluarga dan teman? Bagaimana nanti cara mengatasi kesepian saat sendiri kuliah di luar negeri? Namun jangan jadikan ini penghalang untuk menggapai mimpi dalam pendidikan.

Anda tentunya bisa membayangkan begitu pesawat mendarat di bandara negara tujuan, koper masih segar dari bagasi, dan di luar jendela terlihat orang-orang asing yang berbicara dalam bahasa yang mungkin belum sepenuhnya Anda pahami.

Namun inilah yang akan menjadi tantangan yang harus Anda taklukan. Di sini juga akan jadi perjalanan awal, dan rasa sepi mungkin sudah mulai ikut menyelip di hati dan di antara barang bawaan Anda yang menumpuk.

Pahami dulu kalau rasa sepi itu wajar

Kalau Anda merasa sendirian di minggu-minggu pertama kuliah di luar negeri, itu sangat wajar tidak akan menjadi aneh. Itu masih hal yang manusiawi. Hampir semua mahasiswa internasional pernah melalui fase ini.

Rasa sepi ini ibarat seperti jet lag emosional: butuh waktu untuk menyesuaikan. Jangan buru-buru menghakimi diri sendiri, beri ruang untuk bisa melakukan adaptasi. Secara perlahan namun pasti, sering tanpa diduga solusi datang sendiri.

Ini akan seperti memberi waktu layaknya kopi panas untuk agak mendingin sebelum meminumnya. Biasakanlah untuk bisa menerima perasaan itu sebagai bagian dari perjalanan, bukan tanda kalau Anda ini akan gagal beradaptasi.

Kegiatan komunitas di kampus bisa bantu mengatasi kesepian

Kegiatan di kampus bisa mengatasi kesepian

Photo by Dennis Zhang

Ada banyak biasanya, mulai dari klub bahasa, olahraga, seni, atau organisasi mahasiswa Indonesia. Kampus luar negeri biasanya punya banyak pilihan klub, sehingga mahasiswa dapat menyalurkan beragam hobi.

Anda bisa bergabung dengan klub tersebut, meski terkadang awalnya Anda cuma “penonton.” Akan tetapi dari situlah, percakapan kecil akan muncul, dan siapa tahu berlanjut jadi ajakan makan malam bareng.

Baca juga: Mahasiswa Salah Memilih Jurusan, Ini Dia Penyebabnya

Manfaatkan media sosial serta grup online mahasiswa

Katakanlah dari grup Facebook, WhatsApp, atau juga dari Discord mahasiswa Indonesia di negara tujuan adalah harta karun informasi dan teman baru.

Terkadang, di sinilah Anda bisa menemukan orang yang paham betapa pentingnya sambal di kehidupan sehari-hari. Tapi tetap hati-hati, ya karena semua itu harus dapat dipastikan berisi dari komunitas yang aman dan positif.

Cari forum mahasiswa Indonesia di kota atau negara tujuan

Forum yang semacam ini biasanya aktif membagikan banyak info, mulai dari pemberian beasiswa, kos yang murah ada di mana, atau tips bertahan di musim dingin yang pertama Anda akan lalui.

Selain dapat membantu dalam banyak hal, mereka juga bisa menjadi “keluarga darurat” ketika Anda butuh teman ngobrol atau sekadar pinjam rice cooker.

Bangun rutinitas baru, salah satunya belajar bahasa lokal

Bahasa itu penting ketika berada di suatu negara yang masih asing. Jadi tidak ada salahnya bergabung dengan forum bahasa ini agar bisa lebih tahu lagi dengan bahasa lokal. Tidak perlu langsung fasih tidaklah apa-apa.

Bahkan, menyapa dengan “terima kasih” atau “selamat pagi” dalam bahasa setempat bisa mencairkan suasana. Orang lokal biasanya akan menghargai usaha ini, dan itu bisa menjadi awal obrolan yang hangat.

Mengikuti kegiatan budaya juga bisa mengatasi rasa sepi

Biasanya di negara-negara tujuan ini suka ada perayaan berupa festival lokal, pasar tradisional, atau acara publik. Dengan ikut festival lampion, mencicipi kuliner khas di pasar tradisional, atau menonton parade tahunan misalnya.

Ini akan membuat Anda merasa lebih terhubung dengan kehidupan sekitar. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa pulang dengan cerita seru, foto unik, dan mungkin teman baru yang bertanya, “Dari mana Anda berasal?” Cobalah untuk melakukan tips ini.

Tetap intens kontak keluarga juga teman di Indonesia

Untuk awalnya, Anda bisa atur jadwal komunikasi rutin melakukan kontak ini. Buat saja jadwal video call mingguan, misalnya setiap minggu sore. Dengan begitu, Anda tetap update kabar di rumah tanpa mengganggu rutinitas di negara tujuan.

Tidak hanya itu, yang minimal saja dari video call juga bisa melakukannya. Video call mingguan, kirim foto kegiatan sehari-hari akan menjadi pengobat rasa sepi. Kirim foto pemandangan, makanan yang Anda coba di negara ini, atau selfie konyol di depan gedung kampus.

Semua cara ini menjaga kehangatan hubungan, seakan jarak ribuan kilometer bisa dipangkas hanya dengan layar ponsel saja. Tips agar tidak merasa sendirian saat kuliah di luar negeri ini pada akhirnya bukan hanya soal melawan rasa sepi saja.

Di sini juga akan dituntut buat belajar merayakan momen-momen kecil dalam lingkungan baru, namun bisa bermakna. Bagaimana, apakah Anda sudah siap dengan berbagai cara untuk mengatasi kesepian saat sendiri kuliah di luar negeri?

Featured image by: 佳叶 范

About the author

admin

Seorang freelance, senang mengikuti perkembangan teknologi seputar gadget terutama smartphone, juga pecinta photography khususnya B&W.